Tampilkan postingan dengan label Catatan Kaki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Kaki. Tampilkan semua postingan

10.21.2010

Merajut Jala Kehidupan

Apa kabar kawan........
sejak kita 1 sekolah hingga hari ini tidaklah berubah kehidupanmu
merajut benang-benang jala hingga petang kau tekuni
anakmu yang masih kecil merengek minta belikan sepatu
sambil menenteng sepatu lamanya lusuh menganga

Dia buatkan humor-humor segar disela obrolan kita
masih sempat kau buatkan aku kopi hangat hari ini
kau ceritakan masa-masa ceria disekolah dulu
berlarian meloncati pagar sekolahan
tawanya masih khas anak sekolahan

Rupanya aku salah menilaimu
ternyata kau lebih bahagia dari aku
kau sadar betul dengan keadaan

Tak ada tabungan masa depan
tak mengenal metode pendidikan
tak perduli hidup sehat yang diajarkan

Selama laut dihadapan takkan pernah aku sedih, begitu katamu.
Selamat kawan... kau telah temukan Surgamu


10.20.2010

Surga untuk siapa?

Dimana lagi aku dapatkan harapan hidup hari ini,
Hidup layak bukanlah harapanku lagi,
Wajib bagiku untuk ikhlas dengan keadaan ini, 

Bila nanti ku mati jangan umumkan pada khalayak,
cukuplah kain penutup saat dingin menyerangku,
kutitipkan agar teruskan perjalanan ini,
tanpa aku kalian takkan mungkin bisa bermewah-mewah,
dari keadaanku ini, jutaan proyek mengucur deras keperut kalian.

Aku lupa berapa lama aku hidup,
Aku lupa ternyata aku ini menderita,
bahkan aku pun lupa dimana letaknya Surga,
Surga telah dibeli orang-orang kaya....







Bagi-bagi Warisan



Seluas lautmu tak pernah kunikmati isinya,
Sesubur lahanmu tak sedikitpun menumbuhkan istimewa ku,
Para Intelektualitas menyusun skema yang tak ku mengerti,
Berdalih kemaslahatan  dimimbar-mimbar keagamaan,


Sejauh-jauh mata memandang sedalam-dalam hati merasakan,
Benarkah ada kebaikan setelah kulama-lama berharaf,
Ataukah sudah ditakdirkan kemiskinan memang untukku,
Istri dan anak keturunanku inilah warisanku.



Sementara hidup kan terus berjalan meski hidup penuh dengan tangisan,
Waktu hilang dan terbuang hapus semua harap,
Berhentilah berharap, berharaflah untuk sebuah harapan yang kau bangun sendiri,
Karena harafan tidak untuk diperjual belikan kawan....











10.16.2010

Ijinkan aku ke Tanah Suci MU

Melempar Jumrah Aqobah tahun 1960

Ijinkn kain Ihram ini kukenakan menutupi hati yang hitam kelam,
debu rahmat di tanah suciMU menjadi saksi perjalanan hamba-hambaMU,
menyerukan kata-kata panggilan terhadapMU, menyerukan kedhaifan hambaMU,
Wuquf di padang Arafah sampai matahari tenggelam sampai jenuh kealfaan diri,
Mabit di Mina di Muzdalifah hingga larut malam, takkan ada ketakutan gelapMU,
Melempar Jumroh Aqobah melemparkan kegelisahan berbekal batu-batu niat perubahan,
Mencukur rambut mengosongkan sombong akan ilmu dan akal yang KAU anugerahi,
Hingga berlama-lama Thawaf sebagai sujud terakhirku sujud perpisahanku,
Ijinkan Dzulhijjah menemuiku Yaa Robbi...  


Shalat Jama'ah 1960

Airport Jeddah 1920

Bab Assalam Madinah

KA'BAH 1320 H



Tahallul 1960

10.10.2010

10 10 10 Nomor cantik

Nomor Cantik... Minggu 10 Oktober 2010, pada alam yang masih memberikan kehidupan dihari ini tentulah indah dan cerah cuacanya tak seperti hari biasanya, dihari ini banyak suka cita yang tertoreh, kombinasi yang tepat merubah segalanya menjadi lebih baik. Petani dan nelayan berharap menuai rezeki lebih baik, terbuka kemungkinan untuk meneruskan pekerjaan yang sudah menjadi darah dalam daging mereka, anak-anak kecil mereka hari ini pun tak makan sama seperti hari sebelumnya, nelayan pun masih saja sibuk mengumpulkan bahan bakar mengarungi lautan, pun petani duduk-duduk di pondok menanti peruntungan dihari ini.

Nomor cantik.. bukanlah milik kalian dan janganlah kau habiskan karena kalian sudah terbiasa menikmati keberuntungan. Singgahlah di perkampungan sederhana meski sekejap sebagai ucapan selamat siang,  santunanmu tak kami harapkan apalagi sekedar makan siang, cukuplah lihat ladang kami lihat laut kami lihat anak kami lihatlah ribuan pengangguran ribuan harapan yang tak pernah kami titipkan, karena hari ini bukanlah hari kami.

9.24.2010

Berangas Pulau Laut Timur

Jum'at pagi 07.00 masih pagi bagiku, hehehe... hari ini aku ijin join sama sobat-sobat dikantor untuk sosialisasi PBB ke Kecamatan Pulau Laut Timur (Berangas). Bekal 1 butir telur itik matang, kugagahkan langkah untuk mengejar mobil yang sudah siap berangkat ke TKP. Dalam perjalanan membentang luas lahan-lahan kosong yang belum terjamah, sebagian sisi kiri kanan jalan berjejer rumah-rumah penduduk, melewati objek wisata Pantai Sarang Tiung, melewati dermaga-dermaga pelabuhan tempat tambat nelayan dan itu  menjadi pelengkap sarapan pagi ini.

9.19.2010

Kota Intan Martapura

Serambi Mekkah sempat melekat dihati kita, itulah Martapura Kota Intan. Dalam perjalanan kami menuju Rantau Tapin kami melewati Martapura, teman-teman mengajak mampir sekadar melepas penat, hari itu masih di Bulan Ramadhan 1431H, puasa di dua hari terakhir menuju syawal. 

Pasar 17 Desember Selaru PLT

Tadinya aku ragu untuk keluar rumah hari ini, hari minggu  ini ku fikir hanya untuk kuhabiskan bersama putri atiqa tamasya. Tiba-tiba ada teman yang ngajak jalan-jalan, biar ngga statis cuman berkutat dirumah aja. Dia ngajak aku ke Pulau Laut Tengah tepatnya di daerah Selaru. Sepanjang perjalanan yang Alhamdulillah sudah melebar dan agak mulus jd adem lihat-lihat pohon disisi jalan, ada juga yang bikin bata, pada rame aktifitas hari ini. Tibalah aku didaerah Selaru, kebetulan pasar rakyatnya baru 9 bulan dibangun menggantikan pasar tradisional yang letaknya tidak jauh dari pasar yang baru dibangun. Pasar 17 Desember itulah namanya, mungkin diresmikannya tanggal 17 Desember jadilah nama sebuah pasar, sepertinya tak kefikiran untuk bikin nama rundingan dulu atau yang penting syukurlah dibikinkan pasar baru. 

8.23.2010

Putri Atiqa

Maafkan ayahmu nak
Aku lihat kamu murung.. berdiam diri dikamar tak suka bermain dengan teman sebayamu, ada apa putriku? Dari balik jendela kulihat diluar sana anak-anak sibuk bermain petasan dan riang jajan sesuka hatinya. Inikah murungmu putriku?
Maafkan ayahmu nak.. Mungkin lebaran kali ini tidakkan beda dari lebaran tahun2 lalu, ayah hanya bisa belikan satu stel pakaian yang ayah beli dari toko pinggiran, jangan kira ini tak layak kau kenakan putriku. Bermainlah putriku, hentikan murungmu, karena sebentar lagi ibumu datang mengajakmu berkeliling melihat - lihat kebahagiaan teman-temanmu.



8.22.2010

Alam ku ngga perawan lagi

Alamku ngga perawan lagi.. sudah digauli oleh traktor dan bor, krisis air krisis penghasilan, benarkah kau datang untuk memberi makan kami? ataukah hanya retorika semata. alam ku tak perawan lagi... tak kulihat lenggok semilir sepoinya, sejak kau tebangi hutanku, sejak kau keruk kandunganku. Tanah lapang hanya tinggal cerita, yang nampak mata hanya para pembual saja. anak kota tak mampu beli sepatu, anak kota tak punya tanah lapang, sepak bola menjadi barang yang mahal, milik mereka yang punya uang saja, dan sementara kita disini, di jalan ini.

Alam ku, Inikah frestasi kita


Sekiranya diantara kita telah menyadari bahwa masihlah banyak hal yang harus kita perbuat untuk kelangsungan hidup alam sekitar, namun pongahnya kita hingga tak perduli sekitar kita tidak hanya alam tetapi juga manusia yang terjepit dalam keadaan akibat ulah manusia.


Disadari ataupun tidak, kadang kala kita seenaknya saja berlaku dzalim, mengeruk hasil alam, ditebang digunduli seolah hidup ini hanya untuk materi semata.