Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR KALIMANTAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR KALIMANTAN. Tampilkan semua postingan

4.03.2011

Bank Syariah Mandiri Launching

1 April 2011> Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja membuka kantor cabang pembantu di Kotabaru terus berusaha meningkatkan jumlah nasabah.

Salah satu cara dilakukan dengan aksi jemput bola, yakni menyosialisasikan produk-produk perbankannya ke kantor instansi pemerintah dan swasta.

Operasional Officer Bank Syariah Mandiri, Riza mengakui melalui aksi jemput bola, pihaknya tidak hanya mengenalkan produk perbankan, tapi juga mengajak menjadi nasabah bank.

Pantauan di lapangan, puluhan pegawai negeri sipil (PNS) dan tenaga honorer di lingkungan Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kotabaru tampak serius mendengarkan paparan petugas BSM. Tak sedikit pula yang tergiur menjadi nasabah BSM.

Riswandi, salah seorang PNS yang tertarik menjadi nasabah BSM mengaku puas dengan aksi jemput bola tersebut. Menurutnya sistem jemput bola sangat memudahkannya untuk menjadi nasabah, tanpa harus repot bertanya ke bank.

"Selain itu, hanya menabung Rp 100 ribu sudah bisa jadi nasabah," ujar Riswandi.

Bpost

Apresiasi Seni sambut ULTAH

Apresiasi untuk Seniman Kotabaru
SEBAGAI bentuk apresiasi terhadap karya dan dedikasi selama 35 tahun kepenyairan dan 52 tahun hari kelahiran seniman sastra Kotabaru, Eko Suryadi WS, Komunitas Panggung Seni Cipta Sebatung (KPSCS) Kotabaru akan menggelar lomba baca puisi pelajar SD, SMP dan SMA se-Kalsel.
  
Lomba baca puisi ini digelar dua hari, 10 dan 11 April, di Gedung Pemuda Kotabaru. Pendaftaran ditutup 5 April. Puisi yang disiapkan oleh panitia, diambil dari dua buku antologi puisi karya Eko Suryadi WS, Puisi di Batas Laut dan Elegi Seribu Seribu Ombak.
  
Total hadiah untuk lomba baca puisi ini, Rp 15 juta. Juara umum, atau peserta yang memperoleh nilai paling tinggi dari semua kategori, mendapatkan piala tetap Eko Suryadi WS.
  
Ketua pelaksana lomba, Drs Mochamad Gazali, kepada Metro, mengatakan lomba tersebut merupakan bentuk apresiasi atas 35 tahun kepenyairan Eko Suryadi WS dan juga ulang tahunnya yang ke 52.
  
Dia menambahkan, selain sebagai bentuk apresiasi, tujuannya memberikan wadah tersendiri untuk pencinta sastra Kalsel.
  
"Lomba ini merupakan apresiasi terhadap dedikasi Eko Suryadi WS dalam kepenyairannya selama 35 tahun, sekaligus ulang tahunnya yang ke 52," ujar Gazali.
  
"Selama ini, wadah untuk kalangan penikmat seni sastra sangat minim. Makanya melalui lomba ini kami ingin membuka wadah pecinta seni sastra Kalsel," tambah pria yang akrab disapa Gonzales ini.
  
Senin (14/2) siang, peserta yang sudah mendaftar berjumlah sekitar 60 orang, yang berasal dari berbagai daerah di Kalsel, seperti Banjarbaru, Martapura, dan Banjarmasin.
  
"Malah peserta yang dari Binuang, menyatakan sudah menyiapkan satu bus untuk membawa peserta mereka yang berasal dari sana ke Kotabaru," ujar Gonzales.
  
Selain lomba baca puisi, panitia juga akan menggelar seminar peluncuran buku autobiografi Eko Suryadi WS, serta pergelaran kesenian, seperti musikalisasi puisi, parade puisi, tari, dan kabaret.

15 April Soal UN Didistribusikan

Dinas pendidikan (Disdik) Kotabaru mengagendakan distribusi soal ujian nasional (UN) SMA disemua kecamatan pada 15 April atau tiga hari sebelum pelaksanaan.

Kadisdik Kotabaru, Eko Suryadi, Sabtu (2/4/2011) mengatakan, distribusi soal dikawal polisi, ke beberapa kecamatan terjauh seperti di Kecamatan Pulau Sembilan terpaksa menggunakan transportasi lalu.

Namun, Eko belum menyebutkan transportasi apa yang digunakan ke kecamatan itu. "Nah soal transportasinya kita belum tahu, kapal nelayan atau kapal perintis," kata Eko.

Untuk menentukan transportasi distribusinya Disdik hari akan melakukan rapat koordinasi yang dihadiri semua sekolah (penyelenggara).


"Hari ini penentuannya. Setelah dilakukan rapat," ucapnya.

BPost

KLH Audit Lima Perusahaan di Pulau Laut

Pertambangan batu bara di kawasan konservasi Taman Hutan Rakyat Bukit Suharto, Kal-Tim Januari 2010 (A Handoko)
Pada 2011 ini, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan audit terhadap lima perusahaan yang akan menambang di kawasan Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru.
     
Audit dan pengumpulan keterangan yang dilakukan KLH ini terkait penerbitan AMDAL di lima perusahaan itu.
     
Deputi Lima Bidang Penataan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, Sudaryono mengatakan tujuan audit untuk melihat kelayakan studi lingkungan atas kegiatan penambangan yang dilakukan oleh lima perusahaan itu.
Tambang Batubara Tanah Bumbu
   
"Kami harus selektif terhadap kegiatan penambangan di Pulau Laut ini. Soalnya Pulau Laut memiliki fungsi penting bagi lingkungan sekitarnya, terlebih Kalsel," ujarnya, Sabtu (2/4/2011).  
   
Lima perusahaan yang akan melakukan eksplorasi di kawasan Pulau Laut tersebut adalah PT Sebuku Tanjung coal, Sebuku Batubara Coal, Sebuku Suwangi Coal, PT Sebuku Sejakah coal & PT Banjar Asri.


B/Post 3/4/2011

Satpol PP Kotabaru Buka Penerimaan PTT

gembira bagi para pencari kerja di Kotabaru. Senin (4/3/2011), dibuka pendaftaran tenaga kontrak atau pegawai tidak tetap (PTT) di lingkungan kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Pendaftaran hanya dilaksanakan dua hari, Senin dan Selasa pada saat jam kerja. Diharapkan, sebelum surat lamaran dimasukkan, pastikan semua persyaratan administrasi sudah lengkap.

Kepala Satpol PP Kotabaru Adi Soetomo mengatakan syarat yang harus dipenuhi pelamar antara lain usia 20 sampai 28 tahun.

Pendidikan minimal SMA, sehat jasmani dan rohani, berkelakuan baik, tinggi badan minimal 160 sentimeter untuk pria dan 155 sentimeter untuk perempuan. Syarat lainnya adalah foto.

Adi menambahkan, tenaga PTT yang diperlukan 29 orang, terdiri dari 22 pria dan tujuh perempuan. Mereka yang lulus administrasi diumumkan 6 April 2011.

"Pelamar yang lulus administrasi harus mengikuti tes akademik 7 April yang hasilnya diumumkan pada 11 dan 12 April. Kemudian dilanjutkan tes kesamaptaan pada 13 April," paparnya.

Setelah itu baru dilaksanakan rapat hasil tes yang diumumkan dari semua persyaratan yang sudah dilakukan peserta. Pembuatan Surat Keputusan (SK) PTT pada 18 April 2011.

Razia THM ( Tempat Hiburan Malam ) Kotabaru

Pol PP Panggil Manajemen Karaoke

Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Adi Soetomo kecewa, operasi penyakit masyarakat (Pekat) dilakukan personelnya di tempat hiburan malam (THM) New City, Sabtu malam tidak membuahkan hasil.

Menurut Adi operasi gabungan yang dilakukan bersama anggota Polres Kotabaru, diduga bocor. Selain tidak menemukan minuman keras, pengunjung yang biasanya ramai, malam itu hanya beberapa ruang karaoke yang terisi. Razia pun berlangsung hanya sekitar 30 menit.

Meski demikian Adi menegaskan, pihaknya akan tetap memanggil pihak manajemen karaoke itu. Dilakukan terkait temuan ratusan atau empat karung botol bekas minuman keras (miras).

"Senin (besok) kami akan panggil, manajemen karaoke untuk memberikan kejelasan terkait soal botol bekas miras itu," Adi kepada wartawan.

sumber BANJARMASINPOST.CO.ID, 3 April 2011

9.21.2010

Harapan Baru Dimulai

10 Agustus 2010, awal yang sempurna karena besoknya tanggal 11 Agustus 2010 adalah 01 Ramadhan 1431H. Aku memiliki Pemimpin baru untuk daerahku. Cuaca pada hari itu cerah seperti harapan - harapan yang ada dibenak masyarakat untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama. Motor bututku sudah tak bisa lagi menembus jalan masuk Gedung Mahligai Pemuda Kotabaru.  Meriah syahdu dan penuh suka cita menyambut pemimpin baru untuk banua ini, kira-kira pukul 10.00 Wita Pasangan H. Irhami Ridjani, S.Sos., M.Si. dan Rudy Suryana, S.Sos, M.M.Pd dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru periode 2010-2015 oleh Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin, di Gedung Mahligai Pemuda Kotabaru.

9.20.2010

Kotabaru Bebaskan 10 Hektare untuk Pembangkit Listrik

MI Jumat, 17 September 2010 11:40 WIB
KOTABARU--MI: Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, membebaskan lahan seluas 10 hektare lebih untuk lokasi pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 2X7 MW di Kemuning, Sigam, Pulau Laut Utara, Kotabaru.

"Saat ini pemerintah baru membebaskan lahan warga seluas 6,3 hektare, dari lahan yang dibutuhkan sekitar 10,8 hektare," kata Kabag Pertanahan Sekretariat Daerah Kotabaru Syafrudin di Kotabaru, Jumat (17/9).

9.19.2010

Hentikan Pembangunan Pelabuhan Feri Teluk Gosong

Antara News Rabu, 19 Mei 2010 11:59 WITA
Pembangunan pelabuhan feri di Teluk Gosong, Pulau Laut Timur, Kotabaru, Kalimantan Selatan yang didanai dan dikerjakan PT Pelayaran Banua Raya Katulistiwa dihentikan agar tidak tumpang tindih dengan program pemerintah.

Shell Bangun Tangki BBM di Kotabaru Kalsel

Jum'at, 01 Januari 2010 08:13
Kapanlagi.com - Investor bidang perminyakan dan gas PT Shell membangun empat tangki bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Laut Barat, Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), dengan kapasitas sekitar 7.200 kiloliter atau setiap tangki sekitar 1.800 kiloliter. 

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kotabaru Akhmad Rivai di Kotabaru, Rabu, mengatakan, pembangunan tangki BBM PT Shell tersebut telah selesai dikerjakan dan kini siap dioperasikan.
"Rencananya akan diresmikan sekitar Maret 2010," katanya menjelaskan.

9.18.2010

Pemprov Kalsel Dinilai Tak Serius


Soal Jembatan Pulau Laut
KOTABARU, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dinilai tidak serius membantu memperjuangkan Pemerintah Kabupaten Kotabaru untuk memperoleh dana bagi pembangunan jembatan Pulau Laut, Kotabaru-Kalimantan dari pemerintah pusat.

8.27.2010

ASAL MULA SA-IJAAN

Hikayat Sa-Ijaan dan Ikan Todak
Singkat cerita, pada zaman dahulu, ada seorang Datu sakti mandraguna sedang bertapa di tengah laut. Namanya, Datu Mabrur. Ia bertapa di antara Selat Laut dan Selat Makassar. Maksud pertapaannya itu adalah memohon kepada Sang Pencipta agar diberi sebuah pulau. Jika dikabulkan, pulau itu akan menjadi tempat bermukim bagi anak-cucu dan keturunannya, kelak. 

Di malam hari, ada kalanya tubuh Datu Mabrur seakan membeku. Cuaca dingin, angin, hujan, embun dan kabut menyelmuti tubuhnya. Siang hari, terik matahari membakar tubuhnya yang kurus kering dan hanya dibungkus sehelai kain. Ia tidak pernah makan, keuali meminum air hujan dan embun yang turun.
Di hari terakhir pertapaannya, ketika laut tenang, seekor ikan besar tiba-tiba muncul dari permukaan laut dan terbang menyerangnya.Tanpa beringsut dari tempat duduk maupun membuka mata, Datu Mabrur menepis serangan mendadak itu. Akhirnya, ikan itu terpelanting dan jatuh kembali ke air. Demikian berulang-ulang. Sementara, di sekeliling karang ribuan ikan mengepung, memperlihatkan gigi mereka yang panjang dan tajam. Seakan prajurit ikan yang siap tempur.
Pada serangan terakhir, ikan itu terpelanting jatuh persis saat Datu Mabrur membuka matanya.
“Hai, ikan! Apa maksudmu mengganggu samadiku? Ikan apa kamu?
“Aku ikan todak, Raja Ikan Todak yang menguasai perairan ini. Samadimu membuat lautan bergelora. Kami terusik, dan aku memutuskan untuk menyerangmu. Tapi, engkau memang sakti, Datu Mabrur. Aku Takluk..,” katanya, megap-megap. Matanya berkedip-kedip menahan sakit. Tubuhnya terjepit di sela karang yang tajam.
“Jadi itu rakyatmu?” Datu Mabrur menunjuk ribuan ikan yang mengepung karang.
“Ya, Datu. Tapi, sebelum menyerangmu tadi, kami telah bersepakat. Kalau aku kalah, kami akan menyerah dan mematuhi apa pun perintahmu.”
Demikianlah. Di hari terakhir pertapaannya, Datu Mabrur belum diberi tanda-tanda bahwa permohonannya akan dikabulkan. Sejauh mata memandang, yang tampak hanya birunya laut, keluasan samudera dan cakrawala. Datu Mabrur kemudian menolong raja ikan Todak. Menyembuhkan lukanya. Saat Datu Mabrur ditawari istana bawah laut yang terbuat dari emas dan permata, dilayani ikan duyun dan gurita, Datu Mabrur menolaknya. Kepada raja ikan Todak, ia sampaikan maksud pertapaannya itu. Betapa terkejutnya Datu Mabrur ketika raja ikan Todak justru menyanggupi keinginannya itu.
“Aku takkan berdusta. Ini sumpah raja!”
Dengan lembut dan penuh kasih sayang, Datu Mabrur mengangkat raja ikan Todak itu dan mengembalikannya ke laut.
“Sa-ijaan!” seru raja ikan.
“Sa-ijaan!” sahut Datu Mabrur.
Sebelum tengah malam, sebelum batas waktu pertapaannya berakhir, Datu Mabrur dikejutkan oleh suara gemuruh yang datang dari dasar laut. Di bawah permukaan air, ternyata jutaan ikan dari berbagai jenis mendorong dan memunculkan daratan baru itu dari dasar laut. Sambil mendorong, mereka serempak berteriak, “Sa-ijaan! “Sa-ijaan! “Sa-ijaan..!”
Datu Mabrur tercengang di karang pertapaannya. Raja ikan Todak telah memenuhi sumpahnya. Datu Mabrur senang dan gembira. Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Sang Pencipta, ia menamakannya Pulau Halimun.
Alkisah, Pulau Halimun kemudian disebut Pulau Laut. Sebab, ia timbul dari dasar laut dan dikelilingi laut. Sebagai hikmahnya, kata sa-ijaan dan ikan todak dijadikan slogan dan lambang Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kalimatantan Selatan.
Kisah ini diambil dari buku yang baru Hikayat Sa-Ijaan dan Ikan Todak (cerita Rakyat dari Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan).